Berziarah Makam Nabi Daud AS di Yerussalem Bentuk Toleransi Beragama

2 min read

Makam Nabi Daud

Kalau berwisata ke Kota Yerusalem gak akan lengkap tanpa mengunjungi Makam Nabi Daud. Makam Nabi Daud ini berada di bawah otoritas pemerintah Israel, dan kebanyakan yang berziarah adalah penganut Agama Yahudi. Tapi, kalau umat beragama lain mau berziarah tetap diperbolehkan. Umat Yahudi yang berasa dalam lingkungan Makam Raja Daud akan tetap beribadat seperti biasa tanpa merasa terganggu oleh lalu lalang pengunjung. Patung Raja Daud (Nabi Daud) yang sedang bermain harpa didirikan di luar pintu masuk utama.

Sekilas Tentang Nabi Daud

Nabi Daud lahir Betlehem pada tahun 1040 SM. Orangtuanya bernama Isai dan Nitzevet. Daud disebutkan namanya sebanyak 16 kali dalam Al-Qur’an. Daud memerintah Bani Israel [Banu Israil] selama empat puluh tahun, tujuh tahun di Hebron (Al-Khalil) dan tiga puluh tiga di Yerusalem, yang kemudian dikenal sebagai Kota Dawud.

Berziarah Makam Nabi Daud AS di Yerussalem

Nabi Daud Melawan Jalut Yang Kuat dan Besar

Dalam Al Quran surah Albaqarah ayat 242-257, dikisahkan bahwa peperangan antara Daud melawan Jalut ini dikenal dengan nama David (bertubuh kecil) versus Goliath (bertubuh besar seperti raksasa). Daud merupakan salah satu prajurit dalam pasukan Thalut yang akan berperang menghadapi pasukan Jalut. Yang pada akhirnya Daud memperoleh kemenangan dan Jalut akhirnya tewas oleh Daud.

Nabi Daud Diangkat Menjadi Raja Menggantikan Thalut

Setelah mengalahkan Jalut dan kemudian Raja Thalut meninggal maka Daud menggantikannya sebagai raja. Allah mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya. Dan nabi daud menerima kitab Zabur.

Mukjizat Nabi Daud AS

Nabi Daud dikaruniai suara yang paling merdu dari semua suara umat manusia. Saking merdunya bahkan ketika beliau sedang melantukan kitab Zabur dan berdzikir, burung-burung dan gunung-gunung yang ada disekitarnya turut berdzikir bersama beliau. Beliau juga mengerti bahasa burung, mampu melembutkan besi dengan tangannya dan cerdas.

Nabi Daus wafat di Yerusalem pada tahun 970 SM. Beliau diwafatkan oleh Allah tanpa didahului rasa sakit, akan tetapi dengan cara Allah mengutus malaikat maut datang ke rumahnya, lalu mewafatkannya dengan tenang dan damai di dalam kamarnya yang kini menjadi makamnya itu.

Makam Nabi Daud Dimana?

Lokasi makam Nabi Daud (Hazrat Daud) terletak di dekat Biara Hagia Maria Sion, di Bukit Zion di Yerusalem. Tempat Makam Nabi Daud itu diperkirakan terletak di sudut lantai dasar dari sisa-sisa bekas Hagia Zion, yang dianggap sebagai gereja Bizantium atau sinagoga S era Romawi akhir. Bangunan tersebut sekarang dikelola oleh Diaspora Yeshiva, sebuah kelompok seminar Yahudi.

Kenapa Makam Nabi Daud di Israel?

Dalam ajaran agama Islam, Daud adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah bagi bangsa Israil, sedangkan dalam agama Kristen dan Yahudi, Daud atau David adalah rajanya bangsa Israil. Sebagai rajanya Bangsa Israel yang paling populer, Nabi Daud AS sangat diagungkan oleh kaum Yahudi. Sehingga, makamnya pun sekarang berada di bawah otoritas agama Yahudi.

Meskipun makam Nabi Dawud dikatakan terletak di luar kota tua Al-Quds di Bukit Zion, Islam percaya bahwa alih-alih menjadi makamnya, situs tersebut sebenarnya adalah ‘maqam’, yang menandai tempat di mana dia pernah tinggal.

Makam Nabi Daud AS di Yerussalem

Indahnya Toleransi di Kompleks Makam Nabi Daud

Kompleks Bukit Sion berada diantara tembok Kota Tua Yerusalem dan Benteng Kota Daud. Di kompleks makam Nabi Daud ini terbagi menjadi beberapa tempat yang penting. Di lantai atas ada ruangan perjamuan terakhir Yesus Kristus beserta para muridnya, yang dikenal dengan peristiwa Last Supper. Ada juga tempat para murid berdoa bersama dimana pencurahan Roh Kudus terjadi pada saat hari raya Pentakosta, tempat ini dikenal dengan nama Senakel. Dan terakhir di bagian bawah adalah tempat yang diyakini makam Nabi Daud, tempat yang sangat penting bagi orang Yahudi. Kalau mengunjungi bagian ini, akan menemukan orang Yahudi yang sedang sangat khusuk dengan ritual-ritualnya.

Di Last Supper dan kompleks makam raja Daud ini akan terasa sekali toleransi antar umat beragama. Antara Yahudi, Kristen, dan Islam berbaur menjadi satu. Penghormatan dan toleransi kepada kelompok yang berbeda menjadi ciri khas yang patut dicontoh.

Peraturan di dalam Makam Nabi Daud

Ada banyak peraturan yang cukup ketat ketika akan mengunjungi makam Nabi Daud. Para peziarah tidak boleh makan, minum, foto-foto, dan tiduran. Pengunjung laki-laki disarankan menggunakan topi/kopiah, sementara pengunjung perempuan disarankan menggunakan syal atau penutup kepala.

Ruangan berziarah untuk laki-laki dan perempuan juga dipisahkan alias berbeda. Makam Nabi Daud terletak diantara kedua ruang tersebut, setengah berada di ruangan peziarah laki-laki dan setengahnya lagi ada di ruangan peziarah perempuan.