Table of Contents
Paket Tour Cairo Aqsa Jordan Mei, Wisata Religi di Bumi Para Nabi
Apakah saat ini kamu sedang merasakan produktivitas yang menurun dan tak bersemangat lagi untuk menjalani hari-hari. Tau gak kalau itu adalah salah satu tanda kalau kamu perlu liburan. Jangan memaksakan raga yang sudah lelah untuk bekerja dan cobalah untuk pergi liburan dan nikmati berbagai anugerah Tuhan di belahan dunia lain. Misalnya pergi ke Kairo, akan ada banyak hal baru yang bisa kamu temukan di sana. Karena ada Paket Tour Cairo Aqsa Jordan Mei.

Dan bersama dengan paket ini, kamu gak hanya akan menjelajahi Kairo, ibu kota Mesir ini. Tapi kamu juga akan diajak untuk napak tilas di Bumi Para Nabi mengunjungi tempat yang kaya akan sejarah, seperti ziarah makam para Nabi yang tersebar di Kota Suci Jerusalem, Bethlehem, Amman, dan Hebron. So, nikmati perjalanan seru wisata di bumi para Nabi bersama dengan kami!! Segera aja booking tiketnya dari sekarang!!
Mimpi menelusuri jejak para nabi, menyaksikan keajaiban peradaban kuno, dan merasakan kedamaian di tiga bumi suci kini bisa terwujud. Rute perjalanan spiritual dari Kairo (Mesir) → Al-Quds/Yerusalem Timur (Palestina) → Yordania selama 12 hari adalah kombinasi sempurna antara wisata religi, budaya, dan alam.
Periode Mei dipilih secara khusus karena menawarkan kondisi cuaca musim semi yang ideal untuk ziarah dan eksplorasi luar ruangan. Artikel ini menyajikan panduan terperinci mulai dari tabel rencana perjalanan harian, deskripsi mendalam setiap destinasi, hingga panduan kuliner dan tips persiapan.
Mengapa Mei Adalah Waktu Terbaik?
Memilih Mei sebagai bulan perjalanan adalah keputusan yang tepat, memberikan keseimbangan sempurna antara kenyamanan cuaca dan aktivitas pariwisata.
- Musim: Transisi dari musim semi ke awal musim panas ringan.
- Suhu: Sangat nyaman, berkisar 22–32°C (siang) dan 15–20°C (malam) – ideal untuk ziarah, jalan kaki, dan fotografi.
- Cuaca: Cenderung sangat cerah, minim hujan, dan langit biru jernih.
- Festival: Idul Fitri (diperkirakan awal April) telah usai, sehingga aktivitas wisata sudah normal, dan Anda dapat menikmati suasana kota yang ramai pasca-liburan keagamaan.
Rencana Perjalanan Spiritual: Itinerary 12 Hari 11 Malam
Berikut adalah ringkasan perjalanan harian Anda dalam format tabel terstruktur, mencakup fokus aktivitas utama dan akomodasi di setiap kota.
| Hari | Tanggal | Lokasi | Aktivitas Utama | Akomodasi |
| Hari 1 | 4 Mei | Jakarta → Kairo | – Penerbangan malam dari Jakarta ke Kairo (via transit) – Tiba pagi hari, transfer ke hotel – Istirahat & penyesuaian waktu | Hotel di Pusat Kairo |
| Hari 2 | 5 Mei | Kairo | – Keajaiban Dunia: Piramida Giza & Sphinx – Mengunjungi Museum Mesir (Tahrir) – Belanja suvenir di Khan el-Khalili – Makan malam tradisional | Hotel di Pusat Kairo |
| Hari 3 | 6 Mei | Kairo | – Ziarah ke Masjid Muhammad Ali di Benteng Saladin – Ziarah ke Masjid Al-Azhar – Makan siang di Felfela – Makan malam romantis di Cruise Sungai Nil dengan tarian Tanoura | Hotel di Pusat Kairo |
| Hari 4 | 7 Mei | Kairo → Amman | – Kunjungan sejarah di Coptic Cairo: Gereja Virgin Mary, Sinagog Ben Ezra – Check-out, penerbangan sore ke Amman – Tiba malam hari, transfer ke hotel | Hotel di Amman |
| Hari 5 | 8 Mei | Amman → Al-Quds (Yerusalem Timur) | – Kunjungi Masjid King Abdullah I – Perjalanan darat menuju perbatasan Allenby Bridge / King Hussein Bridge – Masuk ke Al-Quds (Yerusalem Timur) & Check-in hotel | Hotel di Al-Quds (Jerusalem Timur) |
| Hari 6 | 9 Mei | Al-Quds | – Ziarah Utama: Masjid Al-Aqsa & Dome of the Rock – Mengikuti jejak sejarah: Via Dolorosa & Church of the Holy Sepulchre – Melihat Western Wall (Tembok Ratapan) – Belanja di Pasar Arab (Suq Al-Quds) | Hotel di Al-Quds |
| Hari 7 | 10 Mei | Al-Quds → Madaba → Petra | – Pagi: Kunjungi Mount of Olives & Garden of Gethsemane – Check-out, kembali ke Yordania via perbatasan – Kunjungi Kota Mosaik: Madaba (St. George’s Church) – Lanjut perjalanan ke Petra | Hotel dekat Petra |
| Hari 8 | 11 Mei | Petra | – Eksplorasi Sehari Penuh Petra: Siq, Treasury (Al-Khazneh), Street of Facades, Monastery (Al-Deir) – Opsional: Petra by Night (tergantung jadwal) – Makan malam dengan hidangan nasional Yordania (Mansaf) | Hotel dekat Petra |
| Hari 9 | 12 Mei | Petra → Laut Mati | – Pagi: Kunjungan opsional ke Wadi Rum (Jeep Tour) atau langsung ke Laut Mati – Tiba di Laut Mati, mengapung bebas di air garam – Menikmati lumpur mineral dan sunset | Resort di Laut Mati |
| Hari 10 | 13 Mei | Laut Mati → Amman | – Pagi: Relaksasi atau spa di tepi Laut Mati – Check-out, kembali ke Amman (1,5 jam) – Belanja suvenir di Souq Jara atau mal kota – Makan malam terakhir dengan hidangan gurun (Zarb) | Hotel di Amman |
| Hari 11 | 14 Mei | Amman | – Kunjungi warisan Romawi: Citadel Amman & Roman Theater – Waktu bebas: Kopi di Rainbow Street – Persiapan & pengemasan barang untuk kepulangan | Hotel dekat Bandara Amman |
| Hari 12 | 15 Mei | Amman → Jakarta | – Check-out pagi – Penerbangan dari Amman ke Jakarta (via transit) – Tiba di Jakarta malam hari | — |
Destinasi Religi Utama yang Dikunjungi
| Negara | Lokasi | Signifikansi |
| Mesir | Piramida Giza | Simbol peradaban kuno, dikaitkan dengan kisah Nabi Yusuf & Musa. |
| Coptic Cairo | Tempat Keluarga Nabi Isa berlindung (Matius 2:13–15). | |
| Palestina | Masjid Al-Aqsa | Kiblat pertama umat Islam, tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. |
| Church of the Holy Sepulchre | Tempat penyaliban, pemakaman, dan kebangkitan Yesus. | |
| Via Dolorosa | Jalan penderitaan yang dilalui Yesus menuju tempat penyaliban. | |
| Yordania | Mount Nebo (dekat Madaba) | Dipercaya sebagai tempat Nabi Musa melihat Tanah Perjanjian. |
| Laut Mati | Disebut dalam Al-Qur’an & Alkitab sebagai lokasi Sodom dan Gomora. |
Catatan Penting Akses Palestina: Kunjungan ke Al-Quds (Yerusalem Timur) dari Yordania biasanya melalui Allenby Bridge. Akses memerlukan koordinasi ketat dengan operator tur lokal yang berpengalaman. Pastikan izin kunjungan sudah diurus dan pantau kondisi geopolitik terkini.
Panduan Kuliner, Belanja, dan Biaya
Perjalanan ini juga merupakan eksplorasi rasa dan budaya belanja unik di Timur Tengah.
Mencicipi Warisan Rasa: Kuliner Khas
| Negara | Hidangan | Deskripsi |
| Mesir | Koshari | Hidangan ikonik Kairo: perpaduan nasi, pasta, lentil, dan saus tomat pedas. |
| Ful Medames | Sarapan klasik Mesir: kacang fava rebus dengan minyak zaitun dan rempah. | |
| Umm Ali | Puding roti hangat yang manis dengan kacang-kacangan dan krim. | |
| Palestina | Maqluba | Nasi dengan ayam/daging, terung, dan kembang kol. Nama ini berarti “dibalik” saat disajikan. |
| Musakhan | Roti taboon (roti pipih khas) yang disajikan dengan ayam, sumac, dan bawang karamel. | |
| Kunafeh | Keju manis berlapis adonan pastry (kadaif) dan disiram sirup gula—manis dan meleleh. | |
| Yordania | Mansaf | Hidangan nasional Yordania: nasi, daging domba, disajikan dengan saus yogurt kering khas (jameed). |
| Zarb | Barbeque ala Badui: daging dan sayuran yang dimasak perlahan di bawah tanah (oven gurun). |
Berburu Kenang-Kenangan: Tempat Belanja Terbaik
| Lokasi | Tempat | Suvenir Khas |
| Kairo | Khan el-Khalili | Lampu tembaga ukir, parfum minyak (attar), kaligrafi Arab, dan pernak-pernik shisha. |
| Al-Quds | Suq Al-Quds | Sulaman Palestina (tatreez), sabun zaitun Nablus, dan keramik biru Yerusalem. |
| Amman | Souq Jara (Jumat pagi) | Pasar kerajinan tangan Bedouin, perhiasan perak, dan karpet/tekstil lokal. |
| Petra | Gerbang Masuk Petra | Patung batu pasir kecil, replika Treasury, dan batu akik lokal. |
Estimasi Biaya Perjalanan (Per Orang, USD)
Angka ini merupakan perkiraan standar untuk perjalanan 12 hari dengan akomodasi bintang 3–4.
| Komponen | Perkiraan Biaya |
| Tiket Pesawat (Jakarta–Kairo–Amman–Jakarta) | $850–$1,000 |
| Akomodasi (11 malam, hotel 3–4 bintang) | $900–$1,100 |
| Transportasi Darat & Antar Kota | $250 |
| Tiket Masuk & Aktivitas (Petra, Cruise, dll.) | $200 |
| Makan & Minum (12 hari) | $200 |
| Visa & Asuransi Perjalanan | $100 |
| Total Estimasi | **$2,500–$2,800** |
Eksplorasi Mendalam: Deskripsi Destinasi Wisata Pilihan
Piramida Giza & Sphinx (Kairo, Mesir)
Piramida Giza adalah satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang masih berdiri hingga kini, terdiri atas tiga piramida utama: Khufu, Khafre, dan Menkaure. Bersebelahan dengannya berdiri patung Sphinx raksasa berkepala manusia dan berbadan singa, yang dipercaya sebagai penjaga makam firaun. Situs ini bukan hanya simbol kejayaan peradaban Mesir kuno, tetapi juga menarik minat spiritual karena kaitannya dengan kisah Nabi Yusuf dan Musa dalam tradisi Islam. Mengunjunginya di pagi hari memberikan pengalaman magis dengan cahaya lembut matahari dan suhu yang nyaman.
Di dalam Piramida itu ada apa saja? Lihat di sini : 14 Hal Tentang Piramida Mesir Yang Wajib Kamu Ketahui Sekarang
Museum Mesir (Kairo, Mesir)
Terletak di Tahrir Square, Museum Mesir menyimpan koleksi artefak firaun terlengkap di dunia, termasuk harta karun emas dari makam Tutankhamun. Bangunan bergaya neoklasik ini menampung lebih dari 120.000 benda bersejarah yang mencerminkan 5.000 tahun peradaban Mesir. Ruang mumi kerajaan menawarkan pengalaman unik melihat jenazah firaun yang diawetkan dengan teknik kuno. Museum ini menjadi jendela penting untuk memahami akar peradaban yang disebut dalam Al-Qur’an dan kitab-kitab sejarah kuno.
Khan el-Khalili Bazaar (Kairo, Mesir)
Khan el-Khalili adalah pasar tradisional tertua di Kairo, berdiri sejak abad ke-14 dan menjadi pusat perdagangan rempah, emas, dan kerajinan tangan selama berabad-abad. Lorong-lorongnya yang sempit dipenuhi toko lampu tembaga, kaligrafi Arab, parfum minyak (attar), dan kopi khas Mesir. Tempat ini tidak hanya destinasi belanja, tetapi juga ruang budaya tempat warga lokal menikmati teh mint di kafe bersejarah seperti Al-Fishawi. Suasana malamnya sangat hidup, dengan lentera menyala dan alunan musik Arab yang menenangkan.
Masjid Muhammad Ali (Kairo, Mesir)
Terletak di dalam Benteng Saladin di atas bukit Mokattam, Masjid Muhammad Ali dikenal sebagai “Masjid Alabaster” karena dinding dan pilar interiornya terbuat dari marmer putih berkilau. Dibangun pada abad ke-19 oleh penguasa Ottoman Mesir, masjid ini bergaya arsitektur Ottoman mirip Masjid Biru di Istanbul. Dari halamannya, pengunjung bisa menikmati pemandangan panorama seluruh kota Kairo hingga Piramida Giza di kejauhan. Masjid ini menjadi simbol toleransi dan keagungan Islam di jantung ibu kota Mesir.
Coptic Cairo (Kairo, Mesir)
Kawasan Coptic Cairo adalah pusat sejarah Kristiani tertua di Mesir, dibangun di atas benteng Romawi kuno bernama Babylon Fortress. Di sini terdapat Gereja Virgin Mary (dikenal sebagai “Gereja yang Tersembunyi”), yang diyakini sebagai tempat peristirahatan Suci Keluarga saat melarikan diri ke Mesir. Tak jauh, Sinagog Ben Ezra diyakini sebagai lokasi bayi Musa ditemukan di sungai Nil. Kawasan ini menjadi bukti nyata harmoni tiga agama samawi dalam satu lokasi historis.
Masjid King Abdullah I (Amman, Yordania)
Masjid ini adalah salah satu masjid paling megah di Amman, dibangun tahun 1989 untuk menghormati Raja Abdullah I, pendiri Kerajaan Yordania modern. Kubah biru besar dan menara setinggi 75 meter menjadikannya landmark kota yang mudah dikenali. Interiornya luas dan tenang, dengan kapasitas menampung 7.000 jemaah, serta dekorasi kaligrafi dan lampu gantung kristal yang memukau. Masjid ini terbuka untuk pengunjung non-Muslim di luar jam salat, asalkan berpakaian sopan.
Masjid Al-Aqsa & Dome of the Rock (Al-Quds, Palestina)
Berada di dalam kompleks Al-Haram Al-Sharif, Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam dan tempat Nabi Muhammad SAW memulai Isra Mi’raj. Dome of the Rock, dengan kubah emasnya yang ikonik, dibangun di atas batu suci tempat Nabi Muhammad naik ke langit. Kedua situs ini merupakan simbol spiritual tertinggi dalam Islam dan menjadi pusat sejarah peradaban selama 1.400 tahun. Suasana di sini sangat khusyuk, terutama saat azan berkumandang di antara langit dan batu Yerusalem.
Apa ya bedanya Masjidil Aqsa dan Dome of The Rock? Baca yuk di sini : Paket Tour Aqsa, Datangilah Meski Sekali Seumur Hidup
Church of the Holy Sepulchre & Via Dolorosa (Al-Quds, Palestina)
Gereja Holy Sepulchre diyakini sebagai lokasi penyaliban, pemakaman, dan kebangkitan Yesus Kristus, menjadikannya tempat paling suci dalam Kristen. Gereja ini dibangun pada abad ke-4 atas perintah Kaisar Konstantin dan terletak di akhir Via Dolorosa, jalan bersejarah yang dilalui Yesus membawa salib. Jalur ini memiliki 14 stasiun yang menjadi tempat ziarah dan doa bagi jutaan peziarah setiap tahun. Arsitektur gereja ini memadukan gaya Bizantium, Romawi, dan Ortodoks, mencerminkan lapisan sejarah yang kompleks.
Mount of Olives & Garden of Gethsemane (Al-Quds, Palestina)
Bukit Zaitun (Mount of Olives) adalah tempat penting dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam, dipercaya sebagai lokasi Nabi Daud, Yesus, dan Nabi Muhammad berdoa. Dari puncaknya, pengunjung mendapat pemandangan spektakuler ke Tembok Barat dan Kota Tua Yerusalem. Di kaki bukit terletak Garden of Gethsemane, taman zaitun berusia 2.000 tahun tempat Yesus berdoa sebelum ditangkap. Suasana di sini tenang, damai, dan sangat cocok untuk refleksi spiritual lintas agama.
Madaba & St. George’s Church (Madaba, Yordania)
Madaba dikenal sebagai “Kota Mosaik” karena lantai-lantai kuno di gereja dan rumahnya dihiasi mosaik berusia lebih dari 1.500 tahun. Di St. George’s Church, terdapat mosaik peta Yerusalem abad ke-6 yang merupakan peta geografi tertua dari Tanah Suci dalam sejarah Kristen. Kota ini juga menjadi titik awal perjalanan spiritual menuju Gunung Nebo, tempat Nabi Musa melihat Tanah Perjanjian. Madaba menawarkan harmoni antara seni, sejarah, dan keyakinan dalam suasana kota kecil yang ramah.
Petra (Yordania)
Petra adalah kota batu bersejarah yang diukir langsung pada tebing batu pasir berwarna merah oleh bangsa Nabatean sekitar abad ke-5 SM. Akses utamanya melalui Siq, lorong sempit sepanjang 1,2 km yang berakhir di pemandangan ikonik Treasury (Al-Khazneh). Selain Treasury, Petra juga menyimpan Monastery (Al-Deir), teater Romawi, dan makam-makam kerajaan yang mengagumkan. UNESCO menyebutnya sebagai “salah satu warisan budaya paling berharga umat manusia” dan menjadikannya Situs Warisan Dunia sejak 1985.
Di Petra ini, bisa melihat apa saja? Selengkapnya baca di sini : Tour ke Petra Jordan, Keajaiban Dunia Kota Unik nan Cantik yang Pernah Hilang
Laut Mati (Yordania)
Laut Mati adalah titik terendah di permukaan bumi (430 meter di bawah permukaan laut) dan dikenal karena kadar garamnya yang sangat tinggi. Pengunjung bisa mengapung dengan mudah di atas airnya tanpa tenggelam, sambil menikmati pemandangan gurun yang dramatis. Lumpur mineral di pantainya dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan kulit dan relaksasi tubuh. Tempat ini disebut dalam Al-Qur’an dan Alkitab sebagai lokasi kota Sodom dan Gomora, menambah dimensi spiritual perjalanan.
Selain punya sejarah, Laut Mati ini juga punya asal-usul, baca di sini : Wisata Unik Laut Mati di Yordania, Bisa Mandi Lumpur?
Amman Citadel & Roman Theater (Amman, Yordania)
Benteng Amman (Citadel) adalah situs arkeologis di atas bukit tertinggi di kota, menyimpan peninggalan dari era Romawi, Bizantium, dan Umayyah. Di dalamnya terdapat Kuil Hercules, Istana Umayyah, dan Masjid Umayyah kuno. Tak jauh di bawahnya, Roman Theater berkapasitas 6.000 penonton masih digunakan hingga kini untuk acara budaya. Kedua situs ini mencerminkan lapisan sejarah Yordania sebagai persimpangan peradaban dunia kuno.
Tips Tambahan dan Persiapan Penting
Maksimalkan pengalaman Anda dengan beberapa tips persiapan berikut:
Persiapan Sebelum Berangkat
| Kebutuhan | Rekomendasi |
| Booking Tiket | Pesan tiket internasional (Jakarta–Kairo) minimal 3–4 bulan sebelumnya (Januari–Februari 2026). |
| Jordan Pass | Wajib beli online (~$70–$80). Ini mencakup visa masuk Yordania + akses ke 40+ situs, termasuk Petra, dan sangat hemat. |
| Visa Mesir | Warga negara Indonesia sering kali memerlukan visa yang dapat diurus sebelum keberangkatan. |
| Aktivitas | Pesan Nilai River Cruise dan Petra by Night secara daring, karena seringkali cepat habis. |
Saran Pakaian dan Perlengkapan
- Pakaian (Muslim & Non-Muslim): Selalu bawa pakaian sopan (lengan dan lutut tertutup) saat mengunjungi tempat suci seperti masjid dan gereja.
- Cuaca Mei: Bawa jaket atau scarf tipis untuk malam hari di Amman dan Yerusalem yang sejuk.
- Wajib Bawa: Topi lebar, kacamata hitam, tabir surya, dan botol air isi ulang (untuk mengurangi limbah).
Catatan Penting
- Keamanan: Selalu ikuti arahan pemandu lokal, terutama saat melintasi perbatasan Allenby Bridge.
- Mata Uang: Bawa uang tunai (EGP, JOD, USD). Kartu kredit umumnya hanya diterima di hotel besar.
- Air Minum: Demi kesehatan, hanya konsumsi air kemasan dan hindari es batu di warung atau restoran kecil.
Selamat merencanakan perjalanan yang sarat makna dan hikmah di bumi para nabi!
