Table of Contents
Paket Tour Jordan Aqsa Mesir Desember 2025, Renungan Akhir Tahun dengan Mengunjungi Bumi Para Nabi
Kadang bingung mau gimana atau kemana? Sepertinya liburan ke luar negeri bisa jadi pilihan. Bisa dapat pengalaman dan suasana yang baru. Apalagi liburan dengan wisata religi. In syaa Allah bisa makin menambah keimanan yang sedang down. Makanya tourmesiraqsajordan.com kini punya Paket Tour Jordan Aqsa Mesir Desember 2025. Paket ini juga cocok untuk libur akhir tahun bersama keluarga tercinta.

Kamu bisa menelusuri jejak para nabi bersama dengan paket ini. Dan pastinya, kami akan memastikan perjalananmu menyenangkan dengan mengajak ke tempat-tempat yang populer yang juga bersejarah di Yordania, Aqsa, dan Mesir. Siap untuk dibuat kagum, segera booking dari sekarang!
Apakah Anda mencari pengalaman spiritual yang mendalam sekaligus petualangan sejarah di akhir tahun? Paket wisata religi 12 hari 11 malam ke Yordania, Palestina (Al-Aqsa & Bethlehem), dan Mesir ini dirancang khusus untuk memenuhi kerinduan tersebut. Dengan fokus pada situs-situs suci umat Islam, Kristen, dan warisan peradaban kuno, perjalanan ini menjanjikan hikmah dan kenangan tak terlupakan.
Dipilih sebagai waktu terbaik, perjalanan ini mengambil tanggal 7 hingga 18 Desember 2025. Mengapa Desember? Karena cuaca sejuk dan nyaman di tiga negara, akses ke situs religi lebih stabil, serta suasana spiritual di Bethlehem yang mulai semarak menyambut Natal, memberikan pengalaman ziarah yang sangat kental.
ITINERARY (Jadwal Harian 12 Hari)
HARI 1 (7 Desember 2025): Jakarta → Amman, Yordania
Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan penerbangan internasional (CGK → DOH → AMM). Keberangkatan pagi hari dan dijadwalkan tiba di Amman, Yordania pada malam hari. Setibanya di Bandara Internasional Queen Alia, peserta akan langsung diantar menuju hotel (Grand Millennium Amman atau setara) untuk beristirahat. Siapkan jaket, karena malam di Amman cukup dingin (sekitar 8°C).
HARI 2 (8 Desember): Amman – Madaba – Gunung Nebo – Amman
Pagi hari di Amman, kita akan mengunjungi Masjid King Abdullah I, sebuah simbol nasional Yordania. Perjalanan dilanjutkan menuju Madaba untuk melihat mahakarya kuno: Mosaik Peta Tanah Suci abad ke-6 di Gereja St. George. Siang harinya, ziarah ke Gunung Nebo, tempat Nabi Musa melihat Tanah Perjanjian. Lakukan doa dan refleksi di tugu peringatan Musa sebelum kembali ke Amman untuk makan malam. Jangan lewatkan hidangan nasional Yordania, mansaf.
HARI 3 (9 Desember): Amman → Bethlehem (Ziarah Kelahiran Yesus)
Pagi hari perjalanan darat menuju Perbatasan Allenby Bridge (Yordania-Palestina). Proses imigrasi dan koordinasi dengan agen lokal sangat penting di sini. Setelah masuk wilayah Bethlehem, check-in hotel dan langsung menuju destinasi utama: Gereja Kelahiran Yesus (Situs Warisan Dunia UNESCO) dan Gua Betlehem serta Lapangan Manger Square. Malam harinya, nikmati suasana pasar lokal dan cicipi knafeh (kue keju manis Palestina).
HARI 4 (10 Desember): Yerusalem – Al-Aqsa – Bukit Zaitun
Hari yang paling dinantikan! Pagi (07:30) kita menuju Gerbang Dung (Dung Gate) di Yerusalem. Ziarah ke Kompleks Al-Aqsa, mengunjungi Masjid Al-Aqsa, Kubah Shakhrah (Dome of the Rock), dan Masjid Marwani. Siang hari, naik ke Bukit Zaitun untuk menikmati panorama kota dan berziarah ke Taman Getsemani, Gereja Segala Bangsa, dan Makam Bunda Maria. Sore harinya, berbelanja oleh-oleh di Pasar Arab (Old City Souk) sebelum kembali ke Bethlehem.
HARI 5 (11 Desember): Sungai Yordan – Laut Mati – Amman
Pagi hari menuju Situs Baptisan Yohanes Pembaptis (Qasr al-Yahud) di tepi Sungai Yordan, tempat Yesus dibaptis, untuk refleksi spiritual atau pembaptisan ulang. Siang harinya, nikmati pengalaman unik mengapung di Laut Mati, titik terendah di bumi, dan luluran lumpur mineral yang menyehatkan. Kunjungi pula Qumran (lokasi penemuan Naskah Laut Mati). Petang hari, kembali ke Amman dan beristirahat.
HARI 6 (12 Desember): Petra – Siq & Khazneh (Keajaiban Dunia)
Pagi-pagi kita bergerak menuju Petra (sekitar 3 jam dari Amman), check-in hotel. Siang hari adalah waktu untuk menjelajahi keajaiban dunia: masuk melalui Siq (ngarai sempit) hingga tersaji pemandangan ikonik Al-Khazneh (The Treasury). Jelajahi juga Gua Makam Kerajaan dan Teater Romawi di kota kuno Nabatea ini. Makan malam disajikan dengan pemandangan gurun yang menawan.
HARI 7 (13 Desember): Gunung Harun – Kembali ke Amman
Pagi hari mendaki (atau menaiki kendaraan khusus) ke Gunung Harun (Jabal Harun), situs yang dipercaya sebagai makam Nabi Harun. Setelah doa dan renungan di puncak, kita kembali ke Amman. Sore hari, manfaatkan waktu untuk berbelanja oleh-oleh seperti za’atar, kurma, dan minyak zaitun di Souk Jara. Malam harinya, cicipi falafel Hashem yang legendaris.
HARI 8 (14 Desember): Terbang ke Kairo, Mesir
Setelah sarapan, transfer ke Bandara Amman untuk penerbangan singkat (Amman → Kairo, ~1,5 jam). Tiba di Kairo, langsung transfer ke hotel dekat Piramida, Pyramids View Inn. Sore hari, kunjungi Piramida Giza & Sphinx tepat saat matahari terbenam—momen terbaik untuk naik unta dan berfoto. Malam hari nikmati santap malam khas Mesir: koshari dan molokhia.
HARI 9 (15 Desember): Kairo – Ziarah Lintas Agama
Pagi hari kita akan mengeksplorasi warisan sejarah Islam di Benteng Saladin dan mengagumi arsitektur megah Masjid Muhammad Ali. Siang hari dilanjutkan dengan ziarah ke situs-situs Kairo Lama: Gereja Gantung (Al-Muallaqa), Gereja St. Sergius (tempat Keluarga Suci bersembunyi), dan Sinagoge Ben Ezra. Sore hingga malam, nikmati suasana belanja di Khan El Khalili Bazaar, mencari lampu kaca khas Kairo atau parfum minyak.
HARI 10 (16 Desember): Hari Tenang & Museum/Belanja Mendalam
Hari ini dialokasikan sebagai hari tenang (berdasarkan rekomendasi agar perjalanan tidak tergesa-gesa). Kunjungi Museum Mesir (terutama Grand Egyptian Museum di Fustat) untuk melihat koleksi artefak Firaun yang luar biasa. Manfaatkan sore hari untuk berbelanja akhir: kurma Mesir, minyak zaitun, atau scarves, sambil bersantai di kafe tepi Sungai Nil.
HARI 11 (17 Desember): Kairo – Persiapan Pulang
Pagi hari berziarah ke Masjid Al-Azhar, pusat ilmu Islam tertua di dunia, untuk refleksi spiritual. Siang hari, berbelanja terakhir di Souk Al-Fustat. Malam harinya, kita mengadakan makan malam perpisahan dengan menu lengkap hidangan Mesir, sebagai penutup perjalanan yang penuh berkah ini.
HARI 12 (18 Desember): Kairo → Jakarta
Pagi hari, transfer ke Bandara Internasional Kairo (CAI). Penerbangan kembali ke Tanah Air (CAI → DOH → CGK). Diperkirakan tiba di Jakarta pada malam hari, membawa pulang kenangan dan hikmah dari Bumi Para Nabi.
DESTINASI UTAMA
1. Amman, Yordania
Ibu kota Yordania ini memadukan modernitas dengan akar sejarah yang dalam, menjadi gerbang ideal untuk memulai perjalanan religi di Timur Tengah. Kota ini menawarkan Masjid King Abdullah I—simbol spiritual dan nasional—serta pemandangan benteng kuno (Citadel) yang menyimpan jejak peradaban Romawi, Bizantium, dan Islam. Di Desember, cuacanya sejuk namun nyaman untuk eksplorasi ringan di siang hari, dengan suasana tenang menjelang akhir tahun. Amman juga menjadi pusat logistik yang aman dan efisien sebelum melanjutkan ziarah ke situs-situs suci di sekitarnya.
2. Madaba & Gereja St. George
Madaba, dikenal sebagai “Kota Mosaik”, menyimpan warisan Kristen kuno yang tak ternilai, terutama melalui mosaik peta Tanah Suci abad ke-6 di Gereja St. George. Peta tersebut menggambarkan Yerusalem, Sungai Yordan, dan Laut Mati dengan keakuratan luar biasa untuk zamannya, menjadi rujukan penting bagi peziarah sejak abad pertengahan. Pengunjung dapat merenungkan keakuratan geografi alkitabiah sambil menikmati keheningan gereja batu yang sederhana namun sakral. Di bulan Desember, sinar matahari lembut memantul indah pada kepingan mosaik, menciptakan suasana spiritual yang khusyuk.
3. Gunung Nebo, Yordania
Gunung Nebo diyakini sebagai tempat terakhir Nabi Musa (Musa) memandang Tanah Perjanjian sebelum wafat, menjadikannya situs ziarah penting bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi. Puncaknya menawarkan panorama spektakuler Laut Mati, Yericho, dan bahkan Yerusalem di hari yang cerah—pemandangan yang sarat makna teologis. Di sini berdiri tugu peringatan modern berbentuk ular tembaga, mengacu pada Kitab Bilangan, serta reruntuhan biara Bizantium. Desember membawa udara sejuk dan langit jernih, sempurna untuk doa, refleksi, dan fotografi spiritual.
4. Bethlehem, Palestina
Bethlehem adalah tempat kelahiran Nabi Isa (Yesus), menjadikannya salah satu kota paling suci dalam tradisi Kristen dan dihormati dalam Islam. Gereja Kelahiran, yang dibangun di atas gua kelahiran, merupakan situs warisan UNESCO tertua yang terus digunakan sebagai tempat ibadah sejak abad ke-4. Di bulan Desember, kota ini bersolek dengan lampu, dekorasi Natal, dan nyanyian paduan suara, menciptakan atmosfer keagamaan yang magis meski Natal belum tiba. Suasana damai dan penuh harapan sangat terasa, terutama di Manger Square yang menjadi pusat perayaan spiritual.
5. Kompleks Al-Aqsa & Kota Tua Yerusalem
Al-Aqsa adalah masjid ketiga tersuci dalam Islam, tempat Nabi Muhammad melakukan Isra’ Mi’raj, dan bagian dari kompleks suci yang juga dihormati umat Yahudi dan Kristen. Di sini berdiri megah Kubah Shakhrah (Dome of the Rock), simbol Yerusalem dengan ornamen emas dan kaligrafi Qur’ani yang memesona. Akses bagi non-Muslim terbatas pada jam tertentu, namun suasana spiritual tetap kuat di sepanjang gang-gang Kota Tua yang bersejarah. Di Desember, keramaian belum puncak seperti Natal, sehingga kunjungan lebih tenang dan bermakna.
Apa ya bedanya Masjidil Aqsa dan Dome of The Rock? Baca yuk di sini : Paket Tour Aqsa 2025, Datangilah Meski Sekali Seumur Hidup
6. Sungai Yordan (Qasr al-Yahud)
Situs Qasr al-Yahud di tepi Sungai Yordan diyakini sebagai tempat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, menjadikannya destinasi ziarah utama bagi umat Kristiani dari seluruh dunia. Banyak peziarah datang untuk pembaptisan ulang atau merenung di tepi sungai yang airnya tenang namun sarat simbolisme pembaruan rohani. Area ini telah dipulihkan pasca-konflik dan kini dilengkapi fasilitas aman bagi pengunjung. Cuaca Desember yang sejuk membuat aktivitas di luar ruangan—termasuk berjalan kaki atau doa di tepi sungai—sangat nyaman.
7. Laut Mati
Laut Mati, titik terendah di muka bumi, menawarkan pengalaman unik mengapung di air ultra-asin yang kaya mineral, dipercaya memiliki khasiat penyembuhan sejak zaman kuno. Nabi Luth (Lot) diyakini tinggal di wilayah ini, sehingga tempat ini juga memiliki dimensi religius dalam tradisi Islam dan Yahudi-Kristen. Lumpur hitamnya digunakan untuk perawatan kulit, sementara pemandangan gurun dan tebing menciptakan lanskap yang dramatis dan meditatif. Di Desember, sinar matahari tidak terlalu terik, memungkinkan berendam lebih lama tanpa risiko sengatan panas.
Selain punya sejarah, Laut Mati ini juga punya asal-usul, baca di sini : Wisata Unik Laut Mati di Yordania, Bisa Mandi Lumpur?
8. Petra, Yordania
Petra, “Kota Merah Muda yang Dikelilingi Gunung”, adalah mahakarya peradaban Nabatea abad ke-5 SM, yang juga disebut dalam Al-Qur’an sebagai tempat kaum Tsamud. Al-Khazneh (The Treasury), dengan ukiran megah di tebing batu pasir, menjadi simbol keagungan arsitektur kuno yang tetap misterius. Dalam tradisi Islam, Gunung Harun di dekat Petra diyakini sebagai makam Nabi Harun (Aaron), saudara Nabi Musa. Desember adalah waktu ideal berkunjung karena suhu sejuk memudahkan trekking panjang melalui Siq dan situs-situs terpencil.
Di Petra ini, bisa melihat apa saja? Selengkapnya baca di sini : Tour ke Petra Jordan, Keajaiban Dunia Kota Unik nan Cantik yang Pernah Hilang
9. Gunung Harun (Jabal Harun)
Terletak di dekat Petra, Gunung Harun adalah situs ziarah penting bagi umat Islam dan Yahudi sebagai tempat peristirahatan terakhir Nabi Harun. Puncaknya dihiasi kubah putih kecil yang menjadi tempat doa dan renungan, dikelilingi panorama gurun yang sunyi dan sakral. Perjalanan naik membutuhkan usaha, namun memberi rasa kedekatan spiritual yang luar biasa, terutama saat matahari terbenam. Di musim dingin seperti Desember, udara jernih memperjelas pemandangan hingga ke lembah-lembah terpencil.
10. Piramida Giza & Sphinx, Mesir
Piramida Giza—terutama Khufu—adalah satu-satunya keajaiban dunia kuno yang masih utuh, melambangkan kejeniusan peradaban Firaun yang disebut dalam Al-Qur’an dan Alkitab. Sphinx, dengan kepala manusia dan tubuh singa, menjaga dataran tinggi Giza selama ribuan tahun sebagai penjaga spiritual. Meski bukan situs ibadah, kompleks ini mengundang refleksi tentang keagungan penciptaan dan kefanaan dunia. Di Desember, cahaya senja keemasan menyapu wajah Sphinx, menciptakan momen fotografi dan kontemplasi yang tak terlupakan.
Di dalam Piramida itu ada apa saja? Lihat di sini : 14 Hal Tentang Piramida Mesir Yang Wajib Kamu Ketahui Sekarang
11. Benteng Saladin & Masjid Muhammad Ali, Kairo
Benteng Saladin, dibangun pada abad ke-12 untuk melindungi Kairo dari Tentara Salib, kini menjadi simbol kejayaan Islam di Mesir. Di dalamnya berdiri Masjid Muhammad Ali, dengan kubah besar dan menara kembar bergaya Ottoman, yang menjadi pusat spiritual dan arsitektural kota. Masjid ini juga tempat dimakamkannya Muhammad Ali Pasha, sang pembaharu Mesir modern. Di bulan Desember, udara sejuk memudahkan menapaki benteng sambil menikmati pemandangan panorama Kairo yang luas.
12. Khan El Khalili & Situs Religi Kairo Lama
Khan El Khalili bukan hanya pasar, tetapi jantung budaya Kairo sejak abad ke-14, dikelilingi masjid, gereja, dan sinagoge yang mencerminkan keragaman spiritual Mesir. Di dekatnya, Gereja Gantung (Al-Muallaqa) dan Sinagoge Ben Ezra menyimpan jejak komunitas Kristen Koptik dan Yahudi yang telah ada sejak zaman pra-Islam. Pengunjung dapat merasakan harmoni antaragama sambil mencicipi teh mint di kafe bersejarah. Desember adalah waktu sempurna untuk berjalan-jalan di gang-gang sempit ini tanpa terik, sambil berbelanja lampu kaca dan kaligrafi sebagai kenang-kenangan spiritual.
RINGKASAN & PERSIAPAN TRIP (Pre-Trip Preparation)
Perjalanan 12 hari ini dirancang agar rute logis, aman, minim bolak-balik, dan kaya makna spiritual. Berikut adalah panduan ringkas untuk persiapan Anda:
Informasi Musim & Cuaca (Desember)
- Yordania & Palestina: Musim dingin ringan. Suhu berkisar antara 5°C hingga 15°C pada siang hari, dan bisa turun hingga 0°C–8°C pada malam hari di dataran tinggi.
- Mesir: Musim dingin sejuk. Suhu lebih kering dan cerah, berkisar antara 12°C hingga 22°C pada siang hari.
Panduan Pemesanan & Visa
- Visa Yordania: Dapat diperoleh Visa on Arrival di bandara (sekitar 40 JOD) atau gratis jika menggunakan Jordan Pass.
- Visa Mesir: Dapat diajukan secara daring (e-Visa) sebelum keberangkatan (sekitar 25 USD).
- Akses ke Palestina: Kunjungan ke Bethlehem dan Yerusalem memerlukan izin masuk khusus. Pastikan koordinasi dan kelengkapan dokumen melalui agen tur lokal terpercaya.
Pakaian & Perlengkapan Penting
- Pakaian Hangat: Bawa jaket tebal, syal, dan sarung tangan, terutama untuk malam hari dan kunjungan ke situs dataran tinggi (Nebo, Petra).
- Pakaian Sopan: Wajib untuk masuk masjid dan gereja. Kenakan lengan panjang, celana/rok panjang. Bagi wanita, siapkan penutup kepala (kerudung) untuk berziarah.
- Barang Wajib: Adaptor listrik (tipe C/G, 230V), obat-obatan pribadi, hand sanitizer, kacamata hitam, dan botol air isi ulang.
- Uang Tunai: Siapkan uang tunai lokal (JOD untuk Yordania, EGP untuk Mesir) karena pasar tradisional umumnya tidak menerima kartu kredit.
Catatan Khusus Ziarah
- Kunjungan Al-Aqsa: Akses bagi non-Muslim dan peziarah seringkali dibatasi pada hari kerja tertentu. Harap patuhi aturan keamanan ketat dan jam kunjungan yang ditentukan (misalnya: 07:30–11:00).
- Perilaku Lokal: Selalu gunakan jasa pemandu lokal di situs bersejarah untuk pemahaman budaya. Di Mesir, hindari pembahasan topik politik yang sensitif.
