Makam Nabi Yusha’ Bin Nun, Mukjizat Melambatkan Matahari Terbenam

1 min read

Makam Nabi Yusha’ Bin Nun

Yordania menjadi salah satu destinasi wisata religi yang paling tepat. Dan jika kamu berkesempatan mengunjungi negara yang satu ini, jangan sampai kamu melewatkan wisata aqsa berziarah ke makam Nabi Yusha’ bin Nun. Meskipun nama Nabi Yusha’ Bin Nun ini tidak secara langsung disebutkan dalam Al-Qur’an, namun Al-Qur’an mereferensikannya bersama dengan kisah Nabi Musa di dalam Al-Kahfi, Al-Waqi’ah, dan Al-Maydah. Nabi Yusha’ Bin Nun ini punya peran yang cukup penting dalam sejarah.

Makam Nabi Yusha' Bin Nun, Mukjizat Melambatkan Matahari Terbenam

Dimana Makam Nabi Yusha’ Bin Nun?

Lokasi makam Nabi Yusha’ Bin Nun berada di dekat Taman Nasional Zay dan Kota As-Salt. Tepatnya terletak di sebelah barat Laut Kota Salt, Provinsi Balqa, sekitar 25 km arah barat dari Kota Amman. Berada di atas sebuah bukit yang dikenal oleh penduduk Salt sebagai Bukit Yusha’, yang tingginya 1130 meter di atas permukaan laut.

Kenapa Makam Nabi Yusha’ Bin Nun dibuat Panjang?

Ketika kamu melakukan ziarah ke makam Nabi Yusha’ Bin Nun ini, saat masuk ke dalam ruang makam, kamu akan melihat makam Nabi Yusha’ yang berbentuk panjang sekali. Makam ini dibangun dengan ukuran yang panjang karena lokasi makam yang sebenarnya tidak bisa ditentukan di sebelah mana lokasi persisnya. Di sini tak ada larangan memotret atau mengambil video.

Sepenggal Kisah Nabi Yusha’ dan Mukjizat Melambatkan Matahari Terbenam

Nabi Yusha Bin Nun dengan Mukjizat Melambatkan Matahari Terbenam

Nabi Yusha’ Bin Nun ini adalah murid dan pendamping Nabi Musa As. Setelah Nabi Musa meninggal, Nabi Yusha’ lah yang memimpin Bani Israel menguasai tanah Palestina (Kana’an) dan menyerbu kota Yerikho. Dan ia juga yang mengatur penempatan kedua belas suku Israel setibanya di Kana’an.

Dikisahkan oleh Ibn Ishaq bahwa Nabi Yusha’ ini memimpin Bani Israel untuk membuka tanah di sekitar Palestina. Mereka tiba berperang di waktu Ashar, pada hari Jumat. Karena ada syarat kalau tidak dibenarkan berperang pada hari Sabtu (hari untuk ibadah dalam agama Yahudi), maka Nabi Yusha’ pun memohon kepada Allah untuk memberhentikan matahari terbenam, agar hari tidak segera berpindah ke hari Sabtu.

Atas izin Allah, matahari pun berhenti dan tidak tenggelam hingga Bani Israel memenangkan peperangan. Secara teknis, matahari itu tidak berhenti berputar, akan tetapi bumilah yang berhenti berputar. Dan inilah mukjizat yang diberikan Allah pada Nabi Yusha’.