Menengok Patung Samiri di Sinai dan Makam Nabi Harun

3 min read

Mengunjungi Patung Samiri di Sinai dan Makam Nabi Harun

Di kawasan Tur Sinai atau lebih terkenal dengan San Catrine, terdapat tempat bersejarah berupa bekas patung lembu Samiri, bekas jejak kuda putih bercahaya yang dinaiki malaikat jibril serta makam Nabi Harun As.

Lembu Samiri merupakan sebuah patung anak sapi emas yang dibuat oleh seorang laki-laki yang pernah ditolong nabi Musa As, yaitu Samiri. Samiri membuat patung tersebut ketika Nabi Musa As berada di Tur Sina berkhalwat mendekatkan diri kepada Allah dan berdoa kepada-Nya.

Sementara, makam Nabi Harun ini berupa tumpukan batu yang disemen, lalu di atasnya diletakkan semacam prasasti dari batu bertuliskan: El Nabi Haroun. Untuk bisa masuk ke makam Nabi Harun, kamu harus mendaki ke perbukitan.

Sejarah Patung Anak Sapi Samiri

Kisah tentang kesesatan Samiri yang membuat patung anak sapi dari emas disinggung dalam Alquran. Patung anak sapi dari emas itulah yang oleh Samiri dianggap sebagai Tuhan dan dia mengajak kaum Nabi Musa untuk menyembahnya.

Patung sapi samiri terbuat dari perhiasan

Saat keluar dari Mesir, umat Nabi Musa membawa begitu banyak perhiasan. Kemudian Samiri memerintahkan umat Nabi Musa untuk melemparkan perhiasan yang dibawa ke dalam api yang telah dinyalakan dalam sebuah lubang untuk dijadikan ‘Tuhan’ dalam bentuk anak lembu.

Konon, patung yang dibuat oleh Samiri bisa melenguh (bersuara) apabila angin masuk ke dalamnya. Menurut pendapat lain, patung anak lembu ini bisa bersuara karena genggaman tanah yang diambil Samiri dari jejak utusan (Jibril) sehingga membuatnya bisa melenguh.

Perbuatan mereka ini sebenarnya sudah ditentang oleh Nabi Harun, namun Bani Israil tak memedulikannya. Mereka tetap ngotot dan memaksakan diri untuk membuat patung itu.

Samiri menyuruh kaum Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi Harun menyembah patung anak sapi

Sementara itu, Dr Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, dalam Shahih Qashashin Nabawi atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa (terjemahan Izzudin Karimi, Lc, Pustaka Yassir, 2008: hlm 134-137), mengutip sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak dari Ali.

“Ketika Musa bersegera kepada Tuhannya, Samiri mengumpulkan perhiasan semampunya: perhiasan Bani Israil. Dia mencetaknya menjadi anak sapi, kemudian dia memasukkan segenggam (dari jejak rasul) ke dalam perutnya. Ternyata, ia menjadi anak sapi yang bersuara. Maka, Samiri berkata kepada mereka, “Ini adalah Tuhan kalian dan Tuhan Musa.” Harun berkata kepada mereka, ”Wahai kaum, bukankah Tuhan kalian telah memberi janji baik kepada kalian?” Ketika Musa kembali kepada Bani Israil yang telah disesatkan oleh Samiri, Musa memegang kepala saudaranya. Maka, Harun berkata apa yang dikatakan Musa kepada Samiri, ”Apa yang membuatmu melakukan ini?” Samiri menjawab, ”Aku mengambil segenggam dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya. Demikianlah nafsuku membujukku.”

Lalu, Musa mendatangi anak sapi itu. Dia meletakkan serutan dan menyerutnya di tepi sungai. Maka, tidak seorang pun yang menyembah anak sapi meminum dari air itu, kecuali wajahnya akan menguning seperti emas. Mereka berkata kepada Musa, ”Bagaimana taubat kami?” Musa menjawab, ”Sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain.” Lalu, mereka mengambil pisau. Maka, mulailah seorang membunuh bapaknya dan saudaranya tanpa peduli hingga yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu. Lalu, Allah memberi wahyu kepada Musa, ”Perintahkan mereka agar berhenti. Aku telah mengampuni yang terbunuh dan memaafkan yang hidup.”

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti di mana keberadaan patung anak lembu yang dibuat oleh Samiri tersebut. Namun, di sebuah bukit di Sinai (Mesir), terdapat sebuah patung berupa anak lembu yang dipahat. Patung anak lembu pahatan ini lokasinya berdekatan dengan bukit Musa. Menurut masyarakat sini, patung itu dianggap sebagai bekas patung sapi yang dibuat oleh Samiri.

Wallahu A’lam Bissowab.

Sekilas Tentang Nabi Harun

Nabi Harun adalah nabi yang ke-15. Nabi Harun adalah saudara Nabi Musa. Nabi Harun dan Nabi Musa adalah dwitunggal, keduanya saling melengkapi. Mereka ini sepupuan, orang tua mereka kakak adik. Nabi Harun ini diangkat menjadi nabi untuk mendampingi Nabi Musa. Ketika itu Nabi Musa memohon agar diberi pendamping teman dalam perjuangan. Dan pilihan itu jatuh pada Nabi Harun.

Makam Nabi Harun
Makam Nabi Harun

Nabi Harun mempunyai kefasihan dalam berbicara

Nabi Musa saat masih kanak-kanak mengalami kecelakaan, yaitu ia memasukkan bara api ke dalam mulutnya. Sehingga mengakibatkan Nabi Musa tidak bisa berbicara dengan jelas. Namun, Nabi Harun sangat fasih berbicara. Dengan itulah, Nabi Harun menjadi juru bicara Nabi Musa saat menghadap Firaun atau pun umat Nabi Musa.

Kelebihan Nabi Harun ini sangat dibutuhkan dalam berdakwah. Namun, ia kurang berbakat dalam memimpin. Sementara Nabi Musa memiliki jiwa kepemimpinan sangat kuat, dan ia adalah seorang yang tegas dan pemberani.

Kisah Nabi Harun Bersama Nabi Musa

Kisah Nabi Harun antara lain adalah Nabi Harun menggantikan Nabi Musa dalam berdakwah selama 40 hari. Kala itu Nabi Musa diperintahkan untuk menjalankan saum selama 30 hari karena Nabi Musa memohon agar kaum Bani Israel diberi kitab untuk petunjuk hidup.

Akan tetapi, Nabi Musa akhirnya diharuskan menggenapkan puasanya menjadi 40 hari. Dan ia juga harus menghadap Allah SWT ke Bukit Sinai. Nabi Musa mengajak 70 orang untuk menyertainya ke Bukit Sinai. Selama kepergian Nabi Musa, Nabi Harun menjadi pemimpin Bani Israil. Tugas utama Nabi Harun yaitu memimpin Bani Israil agar jangan sampai mereka kembali ke dalam kesesatan.

Sebelum pergi Nabi Musa berjanji akan pergi selama 30 hari kepada Bani Israil. Akan tetapi, ia harus menambahkan saum selama 10 hari. Kaum Bani Israil pun merasa kecewa, dan menganggap Nabi Musa telah menelantarkan mereka. Kekesan Bani Israil ini dimanfaatkan orang munafik seperti Samiri. Dia mengatakan Nabi Musa telah tersesat dan mengajak Bani Israil untuk menyembah patung anak sapi yang dibuatnya.

Kesesatan yang dialami Bani Israil membuat Nabi Harun cemas, dan Nabi Harub harus meluruskan meluruskan mereka. Akan tetapi, kaum Bani Israel tetap tidak mau. Di tempat lain, Nabi Musa sudah kembali dan merasa kecewa karena Bani Israil mengelilingi patung anak sapi. Nabi Musa pun menjambak Nabi Harun dan ia memberi teguran pada Nabi Harun. Nabi Harun tak bisa melawan karena jumlah Bani Israil banyak.

Kemudian Nabi Musa mendatangai Samiri dan mengusirnya, seperti yang sudah dijeskan di atas. Umat Bani Israil kembali menyembah Allah.

Nabi Harun menemani Nabi Musa ketika menghadapi Raja Firaun

Kisah lain Nabi Harun bersama Nabi Musa adalah Nabi Harun menemani Nabi Musa menghadap Firaun untuk mneyampaikan Taurat, kitab suci dari Allah untuk umat Nabi Musa, Bani Israil. Firaun malah murka dan mengancam Nabi Musa dan Nabi Harun. Keduanya diperintah untuk meninggalkan Mesir. Firaun dan pasukannya mengejar Nabi Musa dan Nabi Harun masih setia mendampingi. Langkah mereka dan rombongan terhenti karena adanya Laut Merah. Disitulah mukjizat Nabi Musa yang bisa membelah lautan dengan tongkatnya, sehingga ia bersama rombongan bisa selamat dari Firaun. Setelah selamat dari Firaun, Nabi Harun sakit dan meninggal di Bukit Haur.